BMKG: Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia 17–22 Januari, Ini Penyebabnya

JAKARTABadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 17–22 Januari 2026. Fenomena ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, hingga angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam penjelasannya, BMKG menyebut bahwa dinamika atmosfer global, regional, dan lokal saat ini sedang berada pada kondisi yang memperkuat pembentukan awan hujan dan meningkatkan intensitas cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

Pengaruh Dinamika Atmosfer Global dan Regional

BMKG mengungkap bahwa ENSO menunjukkan fase negatif yang mengarah pada La Niña lemah. Kondisi ini memungkinkan naiknya pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di Indonesia. Suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan nasional turut memperbesar potensi hujan lebat.

Selain ENSO, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi Laut Maluku, Maluku Utara, hingga Pesisir Utara Papua. Aktivitas ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif dan memicu hujan dengan intensitas tinggi.

Gelombang atmosfer lainnya, seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator, juga terdeteksi aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku Utara, dan Papua. Kombinasi berbagai fenomena tersebut memperkuat peluang terjadinya cuaca ekstrem.

Pengaruh Siklon Tropis dan Bibit Siklon

BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina bagian utara Maluku Utara, yang diperkirakan menguat dengan angin maksimum mencapai 35 knot. Siklon ini memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia bagian timur.

Selain itu, terdapat Bibit Siklon 96S dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa. Sistem ini memicu terbentuknya konvergensi angin yang memanjang dari barat Sumatra hingga Papua, sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah yang dilalui.

Seruakan Dingin dari Asia Tingkatkan Intensitas Cuaca Ekstrem

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan adanya seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia yang memperkuat monsun Asia. Kondisi ini dipicu tekanan udara tinggi di wilayah Gushi, diikuti peningkatan kecepatan angin di Laut China Selatan yang mengalir cepat menuju wilayah Indonesia melalui Selat Karimata.

Fenomena ini dapat meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, terutama Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa.

Prospek Cuaca 17–22 Januari 2026

Periode 17–18 Januari 2026

Cuaca secara umum diprakirakan didominasi hujan ringan hingga lebat. Hujan intensitas sedang perlu diwaspadai di wilayah:

Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Lampung

NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara

Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan

Peringatan dini tingkat Siaga (hujan lebat–sangat lebat):

Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, Maluku.

Potensi angin kencang:

Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Bali, NTB, NTT, Sulsel, Sultra, Sulut, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulteng, Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah.

Periode 19–22 Januari 2026

Hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan hujan intensitas sedang terutama di:

Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung

Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY

Bali, NTB

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah

Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan

Peringatan dini tingkat Siaga:

Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan.

Potensi angin kencang:

Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalteng, Kalsel, Kalbar, Sulsel, Sulteng, Sulut, Sultra, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *