OLAHRAGA — Pemerintah Amerika Serikat merespons gelombang kritik terhadap kebijakan visa yang dikeluarkan Presiden Donald Trump menjelang pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026.
Beberapa pihak bahkan menyerukan agar hak tuan rumah AS dicabut karena aturan imigrasi yang dinilai bisa menghambat akses penonton dari berbagai negara.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung 11 Juni–19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 78 dari 104 pertandingan digelar di Amerika Serikat di berbagai kota besar seperti Los Angeles, New York, Miami hingga San Francisco.
Kritik terhadap AS mencuat setelah pemerintahan Trump mengumumkan penangguhan pemrosesan visa imigran untuk 75 negara yang akan mulai berlaku 21 Januari 2026. Kebijakan ini memicu kekhawatiran opini publik bahwa pembatasan tersebut dapat berdampak pada mobilitas suporter, terutama dari negara-negara peserta yang masuk daftar itu seperti Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia dan Uruguay.
Beberapa politisi di Eropa bahkan menyerukan badan-badan olahraga internasional mempertimbangkan pemindahan atau pencabutan status AS sebagai tuan rumah turnamen tersebut, menyusul sejumlah protes terkait kebijakan visa dan isu politik lainnya.
Tanggapan Resmi Pemerintah AS
Menanggapi kekhawatiran tersebut, pejabat dari Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa kebijakan visa imigran tidak akan menghalangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 atau akses para peserta dan penonton ke pertandingan. Pernyataan itu menyatakan bahwa:
Larangan visa hanya berlaku untuk visa imigran, bukan untuk visa non-imigran seperti visa turis, atlet, keluarga pendamping, atau profesional media yang datang khusus untuk turnamen.
Pemerintah AS juga menekankan bahwa pemegang tiket Piala Dunia tetap dapat mengajukan visa non-imigran untuk datang menyaksikan pertandingan.
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, mengatakan kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa orang yang bepergian ke AS tidak memanfaatkan program tunjangan publik secara berlebihan. Dia menyatakan pembatasan ini bertujuan mencegah “penyalahgunaan sistem” oleh mereka yang kemungkinan akan bergantung pada kesejahteraan publik AS.
Upaya Fasilitasi Visa untuk Piala Dunia
Selain itu, otoritas AS bersama dengan FIFA telah meluncurkan sistem FIFA PASS, yang memberikan kemudahan bagi pemegang tiket resmi turnamen untuk mendapatkan jadwal wawancara visa prioritas. Program ini dirancang untuk membantu jutaan suporter internasional yang akan berkunjung selama event besar tersebut.
FIFA sendiri juga mengingatkan bahwa memiliki tiket pertandingan tidak otomatis menjamin izin masuk ke negara tuan rumah, dan menyarankan para penggemar mengecek persyaratan imigrasi secara mandiri.






