KESEHATAN-Kekhawatiran publik soal penyebaran virus Nipah kembali mencuat setelah kasus baru dilaporkan di India. Menyikapi isu tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa hingga saat ini Indonesia masih aman dari virus dengan tingkat kematian tinggi tersebut.
Budi menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih karena sejumlah negara di Asia mulai memperketat prosedur kedatangan internasional. Thailand, misalnya, sudah menyiagakan pengawasan tambahan di pintu masuk negara, termasuk bandara.
“Kami terus memantau situasi ini. Virus Nipah banyak ditemukan di India dan Bangladesh. Fatality rate-nya memang tinggi dan sumber penularannya terutama dari kelelawar,” kata Budi saat ditemui di Jakarta.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu berhati-hati ketika mengonsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi oleh kelelawar, terutama bagi para pelancong yang baru kembali dari wilayah Asia Selatan. Meski begitu, Budi menegaskan belum ada laporan kasus Nipah di Indonesia hingga kini.
“Belum ada indikasi penyebaran virus Nipah di Indonesia. Namun kami tetap berjaga,” ujarnya.
Pemerintah, kata Budi, tidak tinggal diam. Kemenkes sudah menyiapkan reagen PCR khusus untuk mendeteksi virus ini apabila ada pasien yang dicurigai terinfeksi. Langkah sosialisasi dan pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan juga terus diperkuat.
“Kami sudah menyiapkan alat tesnya, prosedurnya sama seperti pemeriksaan virus lain yang menggunakan PCR,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat yang berencana bepergian ke India atau Bangladesh agar mematuhi protokol kesehatan minimal, seperti memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari konsumsi makanan yang kebersihannya tidak terjamin.
“Kalau harus bepergian ke Asia Selatan, sebaiknya tetap menggunakan masker untuk mengurangi risiko,” tutupnya.






