SUNGAIPENUH-Jalan andesit depan Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, kembali menuai kritik tajam dari dua aktivis senior Kerinci dan Sungai Penuh, Zarman Ependi dan Ikhsan Mukhlisin. Terlebih kondisinya kini kian parah, sangat tidak nyaman untuk dilewati, baik dengan kendaraan apalagi pejalan kaki.
Kritik muncul bukan tanpa alasan. Sebab area gedung nasional dan lapangan merdeka, menjadi pusat berbagai kegiatan setiap hari. Khusus di jalan andesit, selain akses lalu lintas, juga terdapat lapak jualan pedagang kaki lima, jalur joging hampir setiap hari, bahkan pada malam hari juga selalu ramai.
“Dengan kondisi demikian, tentu kenyamanan bagi masyarakat menjadi sangat terganggu. Itu bisa kita lihat langsung. Bahkan, sejak jalan andesit itu dibangun, tak pernah luput dari kerusakan dan telah berulang kali dilakukan perbaikan, tetap tidak mempan,” ungkap Zarman Ependi, pembina Aliasnsi LSM-Wartawan Bumi Kerinci.
Terhadap kondisi tersebut, Zarman, mendesak agar Pemerintah Kota Sungai Penuh segera bersikap dan bertindak. Jika tidak dilakukan perbaikan lagi, pasangan andesit sebaiknya dibongkar saja, demi kenyamanan publik.
“Dari pada nanti menimbulkan ancaman keselamatan bagi masyarakat, lebih baik dibongkar saja,” ungkapnya.
Dia yakin, Pemkot Sungaipenuh dibawah kepemimpinan Walikota Alfin dan Wawako Azhar Hamzah, sudah menyiapkan perencanaan yang lebih baik untuk area tersebut.
“Jika dilakukan pembangunan ulang, kita harap tidak bernasib sama seperti ini. Kita percaya pak Walikota dan Wawako sudah menyiapkan rencana pembangunan yang baru. Ini patut kita tunggu,” terangnya.
Sementara itu, Ikhsan Mukhlisin, Ketua LSM Jamtosc, turun langsung menyiarkan siaran langsung dikanal facebook miliknya, memperlihatkan kondisi terkini jalan andesit tersebut. Dia mengkritik tajam kondisi jalan andesit, yang menurutnya proyek gagal.
“Ya, boleh dikatakan proyek gagal. Bagaimana tidak, sejak sibangun sudah mulai rusak, susunan andesit copot, sampai sekarang makin parah, meski diperbaiki berulang kali,” tetangnya.
Bahkan, kata dia, terkait pengerjaan proyek tersebut dan dengan hasil yang ada, dirinya sudah melaporkan kepada penegak hukum Polda Jambi.
“Sudah lama kita laporkan. Tinggal menunggu tindak lanjutnya lagi. Kita yakin, pengerjaan proyeknya diduga kuat banyak masalah,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, berkaitan dengan laporan kepada penegak hukum, dia meminta dapat segera ditindak lanjuti. Bahkan, dirinya menyatakan kesediaan ikut mendampingi dilapangan, jika diperlukan.
“Sangat siap. Ini (laporan,red) penting untuk ditindak lanjuti. Uang negara yang sudah digelontorkan harus sebanding dengan hasil kerja dilapangan. Tapi jika tidak sesuai, maka harus ditindak dan dimintai pertanggung jawabannya,” tegas Ikhsan.(ded)






