Real Madrid Kalah dari Benfica, Jude Bellingham Geram Soal Hal Dasar

OLAHRAGA-Real Madrid menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Benfica pada lanjutan Liga Champions. Los Blancos tumbang dengan skor 2-4 dalam laga yang berlangsung di Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, hasil yang memaksa mereka harus melalui babak play-off dan menjalani dua pertandingan tambahan pada Februari mendatang.

Kekalahan ini langsung memicu reaksi keras di internal tim maupun publik Spanyol. Pelatih Alvaro Arbeloa mengakui sepenuhnya kegagalan tim, sementara Kylian Mbappe menyebut penampilan Real Madrid sebagai sesuatu yang “memalukan”.

Sorotan utama tertuju pada Jude Bellingham. Gelandang asal Inggris itu tampak sangat kecewa dan frustrasi saat memberikan pernyataan usai laga. Ia menilai kekalahan tersebut terjadi bukan karena kurangnya kualitas, melainkan kegagalan dalam menjalankan hal-hal paling mendasar di lapangan.

Dalam wawancara dengan CBS Golazo, Bellingham mengaku sulit menerima hasil tersebut. Ia menyebut kekalahan itu terasa sangat buruk, terutama karena cara Real Madrid bermain jauh dari standar yang seharusnya.

Bellingham dengan tegas menyatakan bahwa perbedaan intensitas menjadi faktor penentu kemenangan Benfica. Menurutnya, lawan tampil lebih agresif dalam duel, lebih cepat menekan, serta lebih unggul dalam perebutan bola kedua.

Ia juga menyoroti ironi di skuad Real Madrid yang dipenuhi pemain bertalenta, namun gagal menerapkannya dalam aspek fundamental permainan. Bellingham menegaskan bahwa bakat semata tidak akan berarti apa-apa tanpa kerja keras dan disiplin di lapangan.

Meski begitu, Bellingham menolak larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan bahwa Real Madrid harus segera bangkit dan memperlakukan laga play-off seperti pertandingan hidup-mati. Tidak ada ruang untuk kesalahan jika ingin tetap melangkah jauh di Liga Champions.

Kekalahan dari Benfica menjadi peringatan serius bagi Real Madrid. Dengan tekanan yang semakin besar dan jadwal yang kian padat, Los Blancos dituntut melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak kembali terperosok di fase krusial kompetisi Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *