SINGAPURA – Pemerintah Singapura mengambil langkah tidak biasa untuk melawan maraknya kejahatan siber. Warga akan benar-benar menerima panggilan telepon palsu yang dirancang menyerupai modus penipuan asli.
Program ini diberi nama National Simulated Scams Exercise, bagian dari rangkaian Exercise SG Ready 2026, yang bertujuan melatih masyarakat mengenali taktik scammer melalui pengalaman langsung.
Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, mengumumkan program ini pada 1 Februari 2026 dalam peringatan Exercise SG Ready dan Total Defence.
“Kami berharap latihan ini membantu warga membangun kemampuan baru untuk melawan penipu dan melindungi diri dengan lebih baik,” ujar Teo.
Warga Bisa Ditelepon Kapan Saja Selama 6 Bulan
Pendaftaran program dibuka sejak 1 Februari. Sementara simulasi berlangsung 1 Maret hingga 31 Agustus 2026.
Peserta yang mendaftar akan menerima panggilan otomatis yang meniru gaya penipu, termasuk skenario penyamaran sebagai pejabat pemerintah. Panggilan bisa terjadi kapan saja selama periode latihan.
Tujuannya agar warga mengenali pola penipuan secara nyata, bukan sekadar teori.
Otoritas Keamanan Siber Singapura (Cyber Security Agency/CSA) turut dilibatkan untuk memperluas latihan ini ke berbagai lembaga pelayanan publik dan institusi.
Bagian dari Latihan Kesiapsiagaan Nasional
Peluncuran Exercise SG Ready ditandai dengan bunyi Sistem Peringatan Publik pukul 15.00 di seluruh Singapura.
Menteri Koordinator Keamanan Nasional K Shanmugam juga menyampaikan pesan Total Defence melalui siaran radio dan televisi nasional. Ia mengingatkan bahwa pada 2025, infrastruktur penting Singapura sempat menjadi target serangan siber.
Menurutnya, ancaman kini bukan hanya fisik, tetapi juga digital dan sosial, termasuk upaya pihak asing memecah belah kepercayaan publik.
Lebih dari 1.000 Organisasi Terlibat
Dari 1–15 Februari, lebih dari 1.000 organisasi, sekolah, komunitas, dan lembaga pemerintah ikut serta dalam berbagai simulasi gangguan layanan.
Beberapa di antaranya sengaja:
- Menempatkan aplikasi non-darurat dalam mode pemeliharaan selama satu jam
- Menampilkan pesan gangguan di situs web resmi
- Mematikan lampu fasad di lebih dari 35 gedung besar, termasuk National University of Singapore dan Marina Square, untuk mensimulasikan pemadaman listrik
Di dua blok perumahan HDB, dilakukan simulasi pemadaman listrik panjang dan gangguan konektivitas digital. Tim Tanggap Darurat Komunitas dari People’s Association diterjunkan untuk membantu warga memahami langkah yang harus dilakukan saat krisis.
“Tetap bersiap adalah tanggung jawab bersama,” tegas Teo.
Latihan ini menegaskan bahwa pertahanan Singapura tidak hanya mengandalkan militer dan aparat keamanan, tetapi juga kesiapan setiap warganya menghadapi ancaman modern seperti scam dan serangan siber.






