Kisah Khoirul Anam Satpam BRI Jadi Magister, Penulis Buku, dan Pemegang Rekor MURI

JAKARTA – Sosok satpam yang setiap hari menyapa nasabah di pintu masuk BRI Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, ternyata menyimpan kisah akademik yang luar biasa.

Khoirul Anam (28) bukan hanya petugas keamanan, tetapi juga seorang magister manajemen, pemilik dua gelar sarjana, penulis delapan buku, serta pencetak 13 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional.

Di balik seragam kuningnya, Anam telah menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Ia juga menempuh dua pendidikan S1 sekaligus, yakni S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan sejak 2019, serta S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah.

“Kesulitannya paling di pengelolaan waktu. Kadang harus mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan penelitian,” ujarnya.

Produktif Menulis di Sela Tugas Jaga

Di sela tugas menjaga keamanan bank, Anam aktif menulis. Hingga kini, delapan buku ber-ISBN telah terdaftar di Perpustakaan Nasional. Tiga buku lainnya tengah ia garap melalui program kolaborasi Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan.

Tak hanya buku, ia juga menghasilkan 13 karya ilmiah yang telah terbit di jurnal nasional dan internasional. Produktivitas ini membuatnya dianugerahi Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak pada 30 Januari 2026.

Kendala Biaya Publikasi

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Biaya publikasi jurnal bereputasi menjadi tantangan terbesar.

“Pengin sekali karya saya masuk jurnal Sinta atau Scopus, tapi biayanya cukup besar. Jadi harus menyesuaikan dengan penghasilan,” katanya.

Titik Balik Kehidupan

Anam merantau dari Tanggamus, Lampung, ke Jakarta pada 2018 hanya bermodal Rp 1 juta. Di tahun yang sama, ia sempat mengalami sakit berat hingga koma. Pengalaman itu menjadi titik balik hidupnya.

“Dari sakit itu saya merasa diberi umur kedua. Saya harus hidup lebih baik,” ucapnya.

Kini, ia tetap menjalankan tugas sebagai satpam dengan penuh tanggung jawab, sambil mengejar cita-cita menjadi pengajar.

“Motivasi saya ingin mencerdaskan bangsa. Cita-cita saya menjadi guru atau dosen,” ujarnya.

Anam pun berpesan agar siapa pun tidak berhenti belajar, apa pun profesinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *