JAKARTA – Laporan perbandingan internasional terbaru menyoroti jurang kesejahteraan guru antarnegara pada 2026. Negara-negara Eropa Barat dan kawasan Nordik kembali mendominasi daftar dengan skema gaji, jenjang karier, dan tunjangan yang kuat. Di sisi lain, posisi Indonesia masih berada di kelompok bawah jika disejajarkan secara global maupun regional.
Data World Population Review menunjukkan Luksemburg sebagai negara dengan gaji awal guru sekolah dasar tertinggi, menembus 70.000 dollar AS per tahun. Seiring masa kerja dan kualifikasi, angka itu dapat melampaui 120.000 dollar AS bagi guru senior.
Eropa Barat Kuasai Peringkat Atas
Selain Luksemburg, Jerman menempatkan guru berpengalaman pada kisaran pendapatan lebih dari 4.000 dollar AS per bulan. Disusul Denmark, Austria, Belanda, Australia, Turki, Amerika Serikat, Spanyol, dan Norwegia dengan rentang gaji tahunan sekitar 43.000–53.000 dollar AS.
Kesamaan negara-negara ini ada pada:
Anggaran pendidikan besar dan konsisten
Jalur karier guru yang jelas
Kenaikan gaji berbasis masa kerja dan kualifikasi akademik
Tunjangan dan jaminan sosial yang memadai
Pada jenjang SMP dan SMA, nominal gaji umumnya lebih tinggi lagi karena mempertimbangkan spesialisasi bidang ajar.
Faktor Penentu Tingginya Gaji Guru
Tingginya remunerasi guru di negara-negara tersebut ditopang beberapa faktor struktural. Pendidikan diposisikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar belanja rutin. Sertifikasi, gelar akademik (magister/doktor), serta pengalaman kerja menjadi variabel penting dalam skema penggajian.
Beban kerja yang proporsional dengan hak yang diterima juga membuat profesi guru tetap diminati generasi muda.
Kondisi Indonesia: Tergantung Status Kepegawaian
Di Indonesia, pendapatan guru sangat dipengaruhi status: ASN, PPPK, atau honorer. Perbedaan ini menciptakan kesenjangan kesejahteraan di lapangan.
Rata-rata gaji guru sekolah negeri dilaporkan berada di kisaran Rp 4,5 juta per bulan. Di sekolah swasta dan madrasah, sebagian guru masih menerima honor jauh di bawah angka tersebut.
Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, posisi Indonesia masih termasuk rendah. Bahkan, catatan Kompas menunjukkan rata-rata gaji dosen perguruan tinggi negeri hanya sekitar 1,3 kali UMP, tertinggal dari sejumlah negara tetangga.
Kondisi ini membuat isu kesejahteraan guru terus menjadi perhatian, mengingat peran strategis mereka dalam kualitas pendidikan nasional.






